Archive Pages Design$type=blogging

Tahap Pengembangan Gerakan Literasi Sekolah di SMA tahun 2016.

Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi mengenai tahap pengembangan, gerakan literasi sekolah di SMA. Setelah sebelumnya ka...

Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi mengenai tahap pengembangan, gerakan literasi sekolah di SMA. Setelah sebelumnya kami tuliskan BACA JUGA
Kegiatan Pada Tahap Pembiasan GLS di SMA
Pada prinsipnya, kegiatan literasi pada tahap pengembangan sama dengan kegiatan pada tahap pembiasaan. Yang membedakan adalah bahwa kegiatan 15 menit membaca diikuti oleh kegiatan tindak lanjut pada tahap pengembangan. Dalam tahap pengembangan, peserta didik didorong untuk menunjukkan keterlibatan pikiran dan emosinya dengan proses membaca melalui kegiatan produktif secara lisan maupun tulisan. Perlu dipahami bahwa kegiatan produktif ini tidak dinilai secara akademik.
    Mengingat kegiatan tindak lanjut memerlukan waktu tambahan di luar 15 menit membaca, sekolah didorong untuk memasukkan waktu literasi dalam jadwal pelajaran sebagai kegiatan membaca mandiri atau sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler. Bentuk, frekuensi, dan durasi pelaksanaan kegiatan tindak lanjut disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.

1.Tujuan Kegiatan Literasi di Tahap Pengembangan
  Sebagai tindak lanjut dari kegiatan di tahap pembiasaan, kegiatan 15 menit membaca di tahap pengembangan diperkuat oleh berbagai kegiatan tindak lanjut yang bertujuan untuk:
  • mengasah kemampuan peserta didik dalam menanggapi buku pengayaan secara lisan dan tulisan;
  • membangun interaksi antarpeserta didik dan antara peserta didik dengan guru tentang buku yang dibaca;
  • mengasah kemampuan peserta didik untuk berpikir kritis, analitis, kreatif, dan inovatif; dan
  • mendorong peserta didik untuk selalu mencari keterkaitan antara buku yang dibaca dengan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.
2.  Prinsip-prinsip Kegiatan Literasi di Tahap Pengembangan
  Dalam melaksanakan kegiatan tindak lanjut, beberapa prinsip yang perlu dipertimbangkan dipaparkan sebagai berikut.
  • Buku yang dibaca/dibacakan adalah buku selain buku teks pelajaran. Buku yang dibaca/dibacakan adalah buku yang diminati oleh peserta didik. Peserta didik diperkenankan untuk membaca buku yang dibawa dari rumah.
  • Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap ini dapat diikuti oleh tugas-tugas presentasi singkat, menulis sederhana, presentasi sederhana, kriya, atau seni peran untuk menanggapi bacaan, yang disesuaikan dengan jenjang dan kemampuan peserta didik.
  • Tugas-tugas presentasi, menulis, kriya, atau seni peran dapat dinilai secara nonakademik dengan fokus pada sikap peserta didik selama kegiatan.Tugas-tugas yang sama nantinya dapat dikembangkan menjadi bagian dari penilaian akademik bila kelas/sekolah sudah siap mengembangkan kegiatan literasi ke tahap pembelajaran.
  • Kegiatan membaca/membacakan buku berlangsung dalam suasana yang menyenangkan. Untuk memberikan motivasi kepada peserta didik, guru sebaiknya memberikan masukan dan komentar sebagai bentuk apresiasi.
  • Terbentuknya Tim Literasi Sekolah (TLS). Untuk menunjang keterlaksanaan berbagai kegiatan tindak lanjut GLS di tahap pengembangan ini, sekolah sebaiknya membentuk TLS, yang bertugas untuk merancang, mengelola, dan mengevaluasi program literasi sekolah. Pembentukan TLS dapat dilakukan oleh kepala sekolah. Adapun TLS beranggotakan guru (sebaiknya guru bahasa atau guru yang tertarik dan berlibat dengan masalah literasi) serta tenaga kependidikan atau pustakawan sekolah.
3. Jenis Kegiatan Tahap Pengembangan
   Ada berbagai kegiatan tindak lanjut yang dapat dilakukan guru setelah kegiatan 15 menit membaca. Dalam tahap pengembangan ini, kegiatan tindak lanjut dapat dilakukan secara berkala (misalnya 1-2 minggu sekali). Berikut adalah beberapa contoh kegiatan tindak lanjut disertai dengan penjelasan singkat dan pedoman atau rubrik untuk masing-masing kegiatan.
  • Menulis komentar singkat terhadap buku yang dibaca di jurnal membaca harian
Jurnal membaca harian membantu peserta didik dan guru untuk memantau jenis dan jumlah buku yang dibaca untuk kegiatan membaca 15 menit, terutama membaca dalam hati. Jurnal ini juga dapat digunakan untuk semua jenjang pendidikan.
Jurnal membaca harian dapat dibuat secara sederhana atau rinci. Peserta didik mengisi sendiri jurnal hariannya, dengan menyebutkan judul buku, pengarang, genre, dan jumlah halaman yang dibaca, serta informasi lain yang dikehendaki.
Jurnal membaca dapat berupa buku, kartu, atau selembar kertas dalam  portofolio kegiatan membaca. Guru dapat memeriksa jurnal membaca secara berkala, misalnya 1-2 minggu sekali.
  • Bedah Buku
Bedah Buku atau yang dikenal dengan resensi buku (a book review) secara sederhana dapat diartikan sebuah kegiatan mengungkapkan kembali isi suatu buku secara ringkas dengan memberikan saran terkait dengan kekurangan dan kelebihan buku tersebut menurut aturan yang berlaku umum atau yang telah ditentukan. Kegiatan ini juga dapat mengungkapkan apakah peserta didik:
    • menyukai buku yang dia baca;
    • mampu menangkap tema dan pokok pikiran dalam buku itu;
    • memahami elemen-elemen cerita; atau
    • memiliki kepercayaan diri untuk berbicara di depan kelas.
Sebelum guru memutuskan melakukan kegiatan ini, guru perlu sering memberikan contoh bagaimana meringkas, menceritakan kembali, dan menanggapi isi buku. Pemberian contoh ini dapat dilakukan selama kegiatan membaca dalam hati di tahap pembiasaan dan pengembangan. Dengan demikian, pada saat tahap pengembangan, peserta didik sudah mengetahui cara meringkas, menceritakan kembali, dan menanggapi isi buku secara lisan maupun tulisan.
  • Reading Award
Penghargaan kepada siswa diberikan ketika siswa telah menyelesaikan tugas membaca buku dan telah menuntaskan tagihan sederhananya. Tujuan dari reading award ini adalah memberikan motivasi kepada siswa agar dapat menambah lagi buku-buku yang dibaca.
  • Mengembangkan Iklim Literasi Sekolah
Untuk menunjang keberhasilan kegiatan 15 menit membaca dan tindak lanjut di tahap pengembangan, sekolah perlu mengembangkan iklim literasi sekolah. Apabila dalam tahap pembiasaan sekolah mengutamakan pembenahan lingkungan fisik, dalam tahap pengembangan ini sekolah dapat mengembangkan lingkungan sosial dan afektif. Lingkungan sosial dan afektif dalam iklim literasi sekolah, antara lain mendorong sekolah untuk memberikan penghargaan terhadap prestasi nonakademik peserta didik. Dalam hal ini,sekolah perlu memberikan penghargaan terhadap peserta didik yang menunjukkan pencapaian baik dalam kegiatan literasi. Selain itu, sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan yang bersifat membangun suasana kolaboratif dan apresiatif terhadap program literasi.
   Kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan lingkungan sosial dan afektif adalah mengadakan seminar tentang literasi.

Itulah Tahap Pengembangan Gerakan Literasi Sekolah di SMA yang telah kami sajikan untuk anda semua semoga dapat bermanfaat untuk anda semua. Terimakasih
Nama

Anies Baswedan DAK Humaniora IJAZAH Kurikulum 2013 Kurikulum Merdeka ORMIT PAUD Pendidikan Pendidikan Profesi PIP Sertifikasi Guru Simposium SMK Tunjangan Kinerja Tunjangan Profesi
false
ltr
item
Simposium Guru: Tahap Pengembangan Gerakan Literasi Sekolah di SMA tahun 2016.
Tahap Pengembangan Gerakan Literasi Sekolah di SMA tahun 2016.
Simposium Guru
https://simposiumguru.blogspot.com/2016/05/tahap-pengembangan-gerakan-literasi.html
https://simposiumguru.blogspot.com/
http://simposiumguru.blogspot.com/
http://simposiumguru.blogspot.com/2016/05/tahap-pengembangan-gerakan-literasi.html
true
5999929748330834188
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago