Archive Pages Design$type=blogging

Pengelolaan Area Baca/Sudut Buku/ Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber dan Pengembangan Literasi di SMA

Pada tulisan kali ini kami akan memberikan informasi untuk anda semua mengenai pengelolaan area baca/sudut buku/perpustakaan sekolah sebaga...

Pada tulisan kali ini kami akan memberikan informasi untuk anda semua mengenai pengelolaan area baca/sudut buku/perpustakaan sekolah sebagai sumber dan pengembangan literasi di SMA.Meliputi:
  1. Area Baca,Sudut Buku dan Perpustakaan.
  2. Pengadaan Bacaan di Perpustakaan SMA
  3. Pengembangan Sudut Buku di Kelas.
Untuk lebih jelasnya silahkan anda simak dibawah ini

1. Area Baca, Sudut Buku, dan Perpustakaan
     Pengorganisasian perpustakaan di sekolah dapat dilakukan dalam bentuk menyediakan area baca di sekolah, meletakkan sudut buku di kelas sebagai pengganti rak buku, dan perpustakaan sekolah yang mengoptimalkan pembelajaran di sekolah. Untuk menciptakan suasana seperti itu menyediakan kebutuhan bacaan yang mengandung ilmu pengetahuan maupun aspek rekreatif amat penting dilakukan. Manfaat lainnya, juga dapat menanamkan sikap saling membantu antarsesama dalam proses pembelajaran pengetahuan di rumah dan di sekolah. Intinya, perpustakaan sebagai bagian dari keseharian kita.
      Penataan dan pengorganisasian perpustakaan di SMA, desain dan pengorganisasian perpustakaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, adanya keterbatasan sekolah dalam hal pengelolaan perpustakaan, dapat memulai dengan menyediakan area baca di sekolah: 
  • memanfaatkan sudut kelas sebagai tempat menyediakan bahan bacaan sebagai bagian dari kebutuhan sekolah membangun aktivitas literasi atau sekadar tempat untuk mengisi waktu luang dan rileks semata; 
  • pada tingkat tertentu, sekolah mendesain perpustakaan dengan lebih serius sesuai ketentuan dan standar perpustakaan; 
  • menata perpustakaan sekolah sebagai ruang kelas sekaligus menjadi ruang pembelajaran, diskusi, dan untuk memajang berbagai hasil karya tulis peserta didik dan guru.
    Perpustakaan sebagai tempat rekreasi pengetahuan juga sangat memungkinkan dikembangkan dengan menyediakan koleksi audio visual.Menyediakan televisi, multimedia player, komputer beserta koleksi film fiksi bermutu, film dokumenter dan pengetahuan sebagai bagian penerapan gerakan literasi di sekolah. Play Station dan alat permainan interaktif berbasis komputer dan teknologi lainnya tentu tidak dianjurkan ditempatkan di dalam perpustakaan. Untuk penempatan televisi dan multimedia player pun sebenarnya riskan digabung di dalam perpustakaan. Bila kesadaran atas pembelajaran literasi sudah mendominasi akan tidak menjadi masalah, kalau belum, mau tidak mau, cukup koleksi audio visualnya saja yang ditempatkan di dalam perpustakaan. Paling penting adalah kenyamanan dan fungsionalitas dari keberadaan perpustakaan di tengah-tengah keluarga, masyarakat, dan sekolah.
     Ruang perpustakaan juga harus memiliki sirkulasi udara dan tata cahaya yang baik. Bila memang diperlukan, keberadaan pendingin ruangan (AC) dimungkinkan. Begitu juga suasana ruangan yang idealnya jauh dari ruang-ruang yang menimbulkan suara bising seperti kantin, ruang olahraga, dapur, garasi dan lain-lain. Hindari koleksi yang ada di rak terkena langsung sinar matahari karena dapat merusak bahan pustaka yang dikoleksi.
   Peran pendidikan yang kuat dari perpustakaan sekolah harus tercermin pada fasilitas dan peralatannya. Fungsi dan penggunaan perpustakaan sekolah merupakan faktor penting untuk diperhatikan ketika merencanakan gedung sekolah baru dan mereorganisasi gedung sekolah yang sudah ada. Kendati tidak ada ukuran universal untuk fasilitas perpustakaan sekolah, namun akan bermanfaat dan membantu jika ada formula sebagai dasar dalam menghitung perencanaan, agar setiap perpustakaan yang baru didesain untuk memenuhi kebutuhan sekolah dengan cara paling efektif.

2. Pengadaan Bacaan di Perpustakaan SMA
   Pengelola perpustakaan mempunyai tanggung jawab untuk menerapkan standar etika dalam hubungannya dengan semua anggota komunitas sekolah dan masyarakat. Semua pengguna harus diperlakukan sama tanpa membedakan kemampuan dan latar belakang mereka. Jasa perpustakaan hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna individual. Guna memperkuat peran perpustakaan sebagai lingkungan pembelajaran yang terbuka dan aman, pengelola perpustakaan hendaknya menekankan fungsi mereka sebagai penasihat daripada sebagai instruktur dalam pengertian tradisional. Artinya, yang paling penting dan utama adalah agar pengelola harus mencoba untuk dapat melihat dari sudut pandang pengguna perpustakaan dan tidak bias atau cenderung pada sudut pandang mereka sendiri di dalam menyediakan jasa perpustakaan dan pengembangan koleksi.
   Mengidentifikasi kebutuhan perpustakaan dan buku di SMA dapat mengacu pada kebutuhan idealnya memenuhi SNP di mana SMA memiliki 840 judul buku; perencanaan anggaran penyediaan buku teks, buku referensi dan pengayaan berdasarkan identifikasi kebutuhan buku di SMA; dan memilih buku referensi dan buku pengayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik, sekolah, dan daerah.

3. Pengembangan Sudut Buku di Kelas
   Aktivitas pengembangan sudut buku kelas, antara lain: menyiapkan sudut buku dimulai dengan menyiapkan rak buku. Rak buku dapat terbuat dari kayu, rak plastik, atau hasil karya peserta didik yang dapat dijadikan pengganti rak buku di sudut kelas. Di dalam penataan rak buku sudah menerapkan penjenjangan buku dan pemasangan label jenjang buku. Perlu juga dibuat peraturan sudut buku kelas terkait penggunaan buku sebagai bagian pembelajaran literasi di kelas dapat disepakati di kelas. Guru mencatat kegiatan membaca harian yang dilakukan di dalam kelas dan mengembangkan bahan kaya teks terkait mata pelajaran yang dilaksanakan di kelas dan program sekolah. Guru juga hendaknya melatih peserta didik untuk memilih buku yang sesuai dengan kemampuan bacanya.

Itulah uraian tentang pengelolaan area baca/sudut buku/perpustakaan sekolah sebagai sumber dan pengembangan literasi sekolah di SMA yang kami sajikan untuk anda semua semoga bermanfaat untuk anda semua.Terimakasih
Nama

Anies Baswedan DAK Humaniora IJAZAH Kurikulum 2013 Kurikulum Merdeka ORMIT PAUD Pendidikan Pendidikan Profesi PIP Sertifikasi Guru Simposium SMK Tunjangan Kinerja Tunjangan Profesi
false
ltr
item
Simposium Guru: Pengelolaan Area Baca/Sudut Buku/ Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber dan Pengembangan Literasi di SMA
Pengelolaan Area Baca/Sudut Buku/ Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber dan Pengembangan Literasi di SMA
Simposium Guru
https://simposiumguru.blogspot.com/2016/05/pengelolaan-area-bacasudut-buku.html
https://simposiumguru.blogspot.com/
http://simposiumguru.blogspot.com/
http://simposiumguru.blogspot.com/2016/05/pengelolaan-area-bacasudut-buku.html
true
5999929748330834188
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago