Archive Pages Design$type=blogging

Parameter Membangun Budaya Literasi Sekolah di SMK

Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan informasi untuk anda semua mengenai parameter membangun budaya literasi sekolah di SMK. Ber...

Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan informasi untuk anda semua mengenai parameter membangun budaya literasi sekolah di SMK.
Berikut ini adalah beberapa parameter yang dapat digunakan SMK untuk membangun leterasi sekolah yang baik. Sebagai berikut:
  1. Lingkungan Fisik
    • Karya peserta didik SMK dipajang di sepanjang lingkungan SMK,termasuk koridor dan ruang kepala SMK, ruang guru, ruang administrasi,ruang BK, juga di kelas dan ruang paraktik kejuruan.
    • Karya peserta didik di rotasi secara berkala untuk memberi kesempatan yang seimbang kepada semua peserta didik.
    • Buku dan materi bacaan lain tersedia di pojok-pojok baca disemua ruang kelas, dan pojok baca di tempat lain di SMK serta tersedia akses internet untuk e-literasi.
    • Buku dan materi bacaan lain dan komputer untuk mengakses internet, tersedia juga untuk peserta didik dan orang tua/pengunjung SMK di kantor dan ruangan selain ruang kelas dan ruang peraktik kejuruan.
    • Kantor kepala sekolah memajang karya peserta didik dan buku bacaan untuk siswa SMK dan tamu lainnya.
    • Kepala SMK bersedia berdialog dengan warga sekolah.

  2. Lingkungan Sosial dan Afektif
    • Penghargaan terhadap prestasi siswa SMK (akademik dan non-akademik) diberikan secara rutin (minggu/bulan). Upacara hari senin merupakan salah satu kesempatan yang tepat untuk pemberian penghargaan mingguan.
    • Kepala SMK terlibat aktif dalam pengembangan literasi, dilaksanakan kegiatan pembimbingan e-literasi secara bertanggung jawab; memperkenalkan etika prilaku dan hukum dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
    • Merayakan hari-hari besar dan nasional dengan nuansa literasi, misalnya merayakan hari kartini denngan membaca surat-suratnya.
    • Terdapat budaya kolaborasi antara guru dan staf, dengan menjunjung meritokrasi, yaitu mengakui kepakaran masing-masing dan memberi peluang kepada orang lain untuk maju berdasarkan kelayakan kecakapannya.
    • Terdapat waktu yang memadai bagi seluruh staf SMK untuk berkolaborasi dalam menjalankan program literasi dan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaanya, misalnya dalam pembuatan bahan kaya teks. memilih cara dan jenis e-literasi yang tepat untuk proses pembelajaraan, produksi pengetahuan, dan menyebarkannya.
    • Staf SMK dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, terutama dalam menjalankan program literasi di SMK.

  3. Lingkungan Akademik
    • Terdapat TLS SMK yang bertugas melakukan perencanaan dan asesmen. Bila diperlukan, ada pendampingan dari pihak eksternal dalam mengembangkan dan memperkaya kegiatan dan materi litersi di SMK.
    • Disediakan waktu khusus dan cukup banyak untuk pembelajaran dan pembiasan literasi: membaca dalam hati (sustained silent reading), membaca terpadu (guided reading), diskusi buku,bedah buku,presentasi (show-and-tell presentation) menghadirkan guru tamu dalam pembelajaran atau narasumber kegiatan kesiswaan; mengunggah hasil karya melalui laman SMK, Blog guru/siswa.
    • Waktu berkegiatan literasi dijaga agar tidak dikorbankan untuk kepentingan lain yang di anggap kurang perlu.
    • Disepakati waktu berkala untuk TLS membahas pelaksanaan gerakan literasi sekolah di SMK, termasuk melakukan evaluasi kegiatan dan pencapaian program.
    • Buku fiksi dan nonfiksi tersedia dalam jumlah cukup banyak di sekolah. Buku cerita fiksi sama pentingnya dengan buku berbasis ilmu pengetahuan.
    • Ada beberapa buku yang wajib dibaca oleh warga sekolah.
    • Ada kesempatan mengembangkan profesional tentang literasi yang diberikan untuk staf, melalui kerja sama dengan institusi terkait (perguruan tinggi, dinas pendidikan, perpustakaan, atau berbagi pengalaman dengan sekolah lain). salah satu bentuk kerjasama dapat berupa pelatihan staf tentang literasi, pelatihan pembimbingan siswa dalam mengembangkan e-literasi secara bertanggung jawab.
    • Seluruh warga SMK antusia menjalankan program literasi, dengan tujuan membangun organisasi sekolah yang suka belajar, antara lain pengembangan keterampilan e-literasi secara mandiri untuk pemenuhan kebutuhan belajar sesuai kebutuhan pribadi.

Aspek-aspek tersebut adalah karakteristik penting dalam pengembangan budaya literasi di SMK. Dalam pelaksanaannya, SMK dapat mengadaptasinya sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing. Guru dan Kepala SMK perlu bekerja sama untuk mengimplementasikan strategi tersebut.

Demikianlah informasi yang kami bagikan untuk anda semua mengenai parameter membangun budaya literasi sekolah di SMK, Semoga yang telah kami sajikan dapat bermanfaat untuk anda semua.Terimakasih
Nama

Anies Baswedan DAK Humaniora IJAZAH Kurikulum 2013 Kurikulum Merdeka ORMIT PAUD Pendidikan Pendidikan Profesi PIP Sertifikasi Guru Simposium SMK Tunjangan Kinerja Tunjangan Profesi
false
ltr
item
Simposium Guru: Parameter Membangun Budaya Literasi Sekolah di SMK
Parameter Membangun Budaya Literasi Sekolah di SMK
Simposium Guru
https://simposiumguru.blogspot.com/2016/05/parameter-membangun-budaya-literasi.html
https://simposiumguru.blogspot.com/
http://simposiumguru.blogspot.com/
http://simposiumguru.blogspot.com/2016/05/parameter-membangun-budaya-literasi.html
true
5999929748330834188
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago