Buat para pembaca setia simposiun guru pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi mengenai kegiatan pada tahap pembiasan, gera...
Buat para pembaca setia simposiun guru pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi mengenai kegiatan pada tahap pembiasan, gerakan literasi sekolah di SMA, Seperti berikut;
1. Tujuan Kegiatan Literasi di Tahap Pembiasan
Kegiatan litrasi di tahap pembiasan, yakni membaca dalam hati. secara umum, kegiatan membaca ini memiliki tujuan, antara lain:
- meningkatkan rasa cinta baca di luar jam pelajaran;
- meningkatkan kemampuan memahami bacaan;
- meningkatkan rasa percaya diri sebagai pembaca yang baik;
- menumbuhkembangkan penggunaan berbagai sumber bacaan.
Kegiatan membaca ini di dukung oleh penumbuhan iklim literasi sekolah yang baik. Dalam tahap pembiasan, iklim leterasi sekolah diarahkan pada pengadaan dan pengembangan lingkungan fisik, seperti:
- buku-buku nonpelajaran (novel,buku cerpen, buku ilmiah populer,majalah,komik,dsb.);
- sudut baca kelas untuk tempat koleksi bahan bacaan;
- poster-poster tentang motivasi pentingnya membaca.
2. Prinsip Kegiatan Literasi di Tahap Pembiasan
Prinsip-prinsip kegiatan membaca di dalam tahap pembiasan dipaparkan berikut ini.
- Guru menetapkan waktu 15 menit membaca setiap hari. Sekolah bisa memilih menjadwalkan waktu membaca di awal, tengah, atau akhir pelajaran, bergantung pada jadwal dan kondisi sekolah masing-masing. Kegiatan membaca dalam waktu pendek, namun sering dan berkala lebih efektif dari pada waktu yang panjang namun jarang (misalnya 1 jam/minggu pada hari tertentu).
- Buku yang dibaca/dibacakan adalah buku nonpelajaran.
- Peserta didik dapat diminta membawa bukunya sendiri dari rumah.
- Buku yang dibaca/dibacakan adalah pilihan peserta didik sesuai minat dan kesenangannya.
- Kegiatan membaca/membacakan buku ditahap ini tidak diikuti oleh tugas -tugas yang bersifat tagihan/penilaian.
- Kegiatan memebaca/membacakan buku ditahap ini dapat diikuti oleh diskusi informal tentang buku yang dibaca/dibacakan. Meskipun begitu, tanggapan pesertata didk bersifat opsional dan tidak dinilai.
- Kegiatan membaca/membacakan buku ditahap ini berlangsung dalam suasana yang santai , tenang, dan menyenangkan. Suasana ini dapat dibangun melalui pengaturan tempat duduk, pencahayaan yang cukup terang dan nyaman untuk membaca, poster-poster tentang pentingnya membaca.
- Dalam kegiatan meembaca dalam hati, guru sebagai pendidik juga ikut membaca buku selama 15 menit.
3. Jenis Kegiatan Tahap Pembiasan
a. Membaca selama 15 menit setiap hari melalui kegiatan:
- guru membacakan kutipan buku dengan nyaring dan mendiskusikannya,
- peserta didik membaca mandiri.
Tujuan Kegiatan ini adalah:
- memotivasi peserta didik untuk mau dan terbiasa membaca;
- menunjukan bahwa membaca sesuatu kegiatan yang menyenangkan;
- memperkarya kosakata (dalam bahas tulisan);
- menjadi sarana berkomunikasi antara peserta didik dan guru;
- mengajarkan strategi membaca;
- guru sebagai teladan membaca (reading role model).
b. Membaca Buku Dengan Memanfaatkan Peran Perpustakaan
Dalam praktiknya perpustakaan sekolah menyelenggarakan kegiatan penunjang keterampilam literasi informasi bagi para peserta didik. Keterampilan ini kemudian diterapkan peserta didik saat mereka mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru bidang mata pelajaran yang diajarkan melalui tugas meringkat atau meringkas atau membuat sinipsis buku.
Tujuan
- Memperkenalkan proses membaca.
- Mengembangkan kemampuan membaca secara efektif.
- Meningkatkan kemampuan pemahaman bahan bacaan yang efektif.
c. Membaca Terpadu (Guided Reading)
Guru memandu peserta didik membaca, bisa dilakukan dalam kelompok yang lebih kecil.
Tujuan
- Strategi untuk secara aktif meningkatkan pemehaman peserta didik terhadap peserta bacaan.
- Menganalisis bacaan.
- Membuat tanggapan terhadap bacaan.
- Membuat peserta didik mampu membaca mandiri.
d. Membaca mandiri (Independent Reading)
Peserta didik diberi tugas membaca dan menuangkan pokok pikiran bacaan, baik secara terbuka maupun dipandu dengan pertanyaan.
Tujuan
- Mengasah kemandirian peserta didik dalam membaca.
- Mengevaluasi kefasihan peserta didik memahami isi bacaan.
- Membangun tanggungjawab.
4. Indikator Ketercapain GLS Tahap Pembiasan
Dari kegiatan literasi yang dijelaskan di atas, sekolah dapat melakukan evaluasi diri untuk mengukur ketercapaian pelaksanaan literasi tahap pembiasaan di SMA. Sebuah kelas atau sekolah dapat dikatakan siap untuk masuk dalam tahap berikutnya, yakni tahap pengembangan literasi SMA bila telah melakukan pembiasaan 15 menit membaca (membaca dalam hati dan membacakan nyaring) dalam kurun waktu tertentu. Setiap kelas atau sekolah berkemungkinan berbeda dalam hal pencapaian tahap kegiatan literasi.
Demikianlah uraian tentang kegiatan pada tahap pembiasan GLS di SMA 2016 yang kami sajikan untuk anda semua, Semoga bermanfaat.Terimakasih