Dalam Forum Pendidikan Dunia tahun 2015 yang diselenggarakan di Korea Selatan, Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (Organiza...
Dalam Forum Pendidikan Dunia tahun 2015 yang diselenggarakan di Korea Selatan, Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (Organization for Economic and Development, disingkat OECD) melaporkan bahwa negara-negara Asia menempati lima besar dalam peringkat sekolah berprestasi, namun tidak termasuk Indonesia yang menempati urutan 10 terbawah.

TUJUAN
Gerakan literasi di SLB bertujuan untuk menciptakan iklim literasi SLB,yang meliputi :
- lingkungan fisik sekolah (ketersediaan fasililtas, sarana prasarana literasi);
- lingkungan sosial dan efektif (dukungan dan partisipasi aktif semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi SLB
- lingkungan akademik (adanya program literasi yang nyata dan bisa dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah).
RUANG LINGKUP
Petunjuk tenis ini berisi penjelasan pelaksanaan kegiatan literasi di SLB yang terbagi pada jenjang SDLB,SMPLB,dan SMALB untuk masing-masing kelainan: Tunanetra(A), Tunarungu(B), Tunagrahita(C), Tunadaksa(D), dan Autism(F).
SASARAN
Petunjuk teknis ini ditujulkan bagi guru sebagai pendidik dan pustakawan sdebagai tenaga kependidikan untuk membantu mereka meningkatkan kapasitas literasi peseerta didik di lingkungan sekolah. selain itu, kepala sekolah perlu mengetahui isi petunjuk teknis ini guna memfasilitasi guru dan pustakawan untuk menjalankan peran mereka dalam kegiatan literasi sekolah.
DOWNLOAD LINK DIBAWAH
Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SLB
Petunjuk Teknis literasi sekolah di SLB ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan contoh contoh tentang bagaimana Gerakan Literasi Sekolah dilaksanakan oleh guru, kepala sekolah, orang tua dan masyarakat di lingkungan SLB. Namun, contoh-contoh ini bukanlah satu-satunya cara untuk mengembangkan kegiatan literasi yang meningkatkan kemampuan peserta didik untuk mendengar, menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan kemampuan berpikir tinggi (membuat inferensi, prediksi, deskripsi, analisis, dan kreasi). Guru dapat mengembangkan beragam pendekatan kegiatan literasi yang sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan konteks budaya peserta didiknya.
Untuk memudahkan implementasi di sekolah, petunjuk teknis ini perlu dilengkapi dengan panduan, model, modul, tutorial, dan film untuk pengayaan guru dan pustakawan. Dalam penyempurnaannya, petunjuk teknis ini perlu melibatkan masukan dari guru, orang tua, dan praktisi pendidikan lain yang berperan dalam kegiatan literasi di SLB.
Pertanyaan terkait pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah dapat dikirimkan melalui e-mail: literasi.sekolah@kemdikbud.go.id
Untuk keperluan berdiskusi, silakan bergabung dengan milis GLS-Kemdikbud dengan alamat: http://groups.yahoo.com/group/GLS-Kemdikbud.