Para pembaca Simposium Guru yang budiman. Tahukah anda bahwa pada tanggal 20 Oktober 2015 ini, tepat setahun sudah Kabinet Kerja berkiprah....
Para pembaca Simposium Guru yang budiman. Tahukah anda bahwa pada tanggal 20 Oktober 2015 ini, tepat setahun sudah Kabinet Kerja berkiprah. Dalam bidang pendidikan, Mendikbud Anies Baswedan menjelaskan bahwa dalam setahun masa kepemimpinannya di Kemendikbud, ada dua hal yang menjadi perhatiannya, yaitu penerapan kurikulum 2013 dan ujian nasional. Dua agenda ini sistemnya telah diubah secara total sehingga sangat menarik perhatian publik. Jika sebelumnya ujian nasional menjadi penentu kelulusan, maka sekarang telah diubah dan tidak lagi menjadi penentu bagi kelulusan siswa. Sebaliknya, penentuan kelulusan dikembalikan sepenuhnya kepada pihak sekolah dan guru.
Selama masa kepemimpinannya, Mendikbud Anies Baswedan menjelaskan ada tiga hal yang telah berhasil dicapainya selama kurun waktu setahun ini. Yang pertama adalah penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan. Hal ini ditandai dengan adanya program hari pertama sekolah (dimana orangtua diajak untuk mengantar anak ke sekolah) dan mengenai MOS (adanya larangan perploncoan). Yang kedua, adanya peningkatan mutu dan akses seperti pada reformasi UN 2015, juga evaluasi K13, program wajar 12 tahun, program Indonesia Pintar, gerakan PAUD berkualitas, dan guru garis depan. Dan yang ketiga, adanya peningkatan efektivitas birokrasi. Mendikbud menjelaskan, tolok ukurnya ada di pembentukan struktur baru Kemendikbud, dengan adanya seleksi terbuka bagi para pejabat Kemendikbud, adanya registrasi cagar budaya, belajar bersama para maestro, penumbuhan budi pekerti, serapan anggaran, dan tamu kehormatan dalam Frankfurt Book Fair 2015.
Nah, itulah informasi seputar Mendikbud Anies Baswedan selama setahun berkiprah dalam Kabinet Kerja. Semoga bermanfaat. (Dikutip dari: radarbanyumas.co.id)
Selama masa kepemimpinannya, Mendikbud Anies Baswedan menjelaskan ada tiga hal yang telah berhasil dicapainya selama kurun waktu setahun ini. Yang pertama adalah penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan. Hal ini ditandai dengan adanya program hari pertama sekolah (dimana orangtua diajak untuk mengantar anak ke sekolah) dan mengenai MOS (adanya larangan perploncoan). Yang kedua, adanya peningkatan mutu dan akses seperti pada reformasi UN 2015, juga evaluasi K13, program wajar 12 tahun, program Indonesia Pintar, gerakan PAUD berkualitas, dan guru garis depan. Dan yang ketiga, adanya peningkatan efektivitas birokrasi. Mendikbud menjelaskan, tolok ukurnya ada di pembentukan struktur baru Kemendikbud, dengan adanya seleksi terbuka bagi para pejabat Kemendikbud, adanya registrasi cagar budaya, belajar bersama para maestro, penumbuhan budi pekerti, serapan anggaran, dan tamu kehormatan dalam Frankfurt Book Fair 2015.
Nah, itulah informasi seputar Mendikbud Anies Baswedan selama setahun berkiprah dalam Kabinet Kerja. Semoga bermanfaat. (Dikutip dari: radarbanyumas.co.id)